Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

TOMBOL-TOMBOL PINTAS PADA KOMPUTER


Hai sobat kali ini saya akan memberikan beberapa cara yang mungkin bisa sobat gunakan dalam mengerjakan makalah pada perangkat komputer dan akan memudahkan serta mempersingkat waktu.
Anda pasti sering menggunakan tombol-tombol pintas (shortcut) seperti CTRL+C (untuk meng-copy teks), CTRL+S (untuk menyimpan dokumen) atau yang lain. Tombol-tombol shortcut tersebut sangat membantu karena lebih praktis dan cepat, jadi tidak perlu lagi susah-susah meng-klik menu yang notabene membuang waktu dan membosankan.

kali ini akan dilampirkan tombol-tombol shortcut beserta penjelasannya.  Harap diperhatikan, daftar tombol shorcut yang dijelaskan pada tulisan ini diambil dari dokumentasi Microsoft Word 2003, jadi bagi anda yang menggunakan versi Word di bawah versi 2003, kemungkinan akan menemukan beberapa shorcut yang tidak berfungsi sebagaimana yang dijelaskan. Namun tidak perlu kecewa, karena kebanyakan shorcut-shorcut yang dijelaskan di tulisan ini berlaku di semua versi Microsoft Word. Nah, semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan selamat mencoba.

  1. Berhubungan Dengan Dokumen dan Jendela dokumen/window

  • CTRL+N Membuat dokumen baru
  • CTRL+O Membuka dokumen.
  • CTRL+S Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit
  • CTRL+W Menutup dokumen. Jika dokumen belum disimpan, akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah dokumen ingin disimpan atau tidak.
  • CTRL+ALT+S Membagi (split) jendela dokumen menjadi dua bagian.
  • Setelah mengetik CTRL+ALT+ S,klik pada posisi yang diinginkan. SHIFT+ALT+C Menutup kembali jendela dokumen yang telah dibagi dua bagian / displit
  • (CTRL+ALT+ S) CTRL+ALT+P Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Print Layout.
  • Lihat menu View CTRL+ALT+O Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan outline.
  • Lihat menu View CTRL+ALT+N Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Normal.
  • Lihat menu View ALT+R Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Reading.
  • Lihat menu View Berhubungan Dengan Pencarian dan Penelusuran Dalam Dokumen
  • CTRL+F Mencari teks atau objek spesial lainnya dalam dokumen 
  • ALT+CTRL+Y Melanjutkan pencarian
  • CTRL+F setelah kotak dialog pencarian ditutup
  • CTRL+H Mencari teks tertentu di dalam dokumen kemudian menimpanya/menggantinya dengan teks lain 
  • CTRL+G Cara singkat untuk menuju ke suatu halaman, bookmark, footnote, tabel, komentar (comment), gambar,atau ke lokasi tertentu lainnya.
  • ALT+CTRL+Z Pindah ke dokumen lain, atau ke bagian lain dalam dokumen, atau antar dokumen dengan email yang diedit di MS Word.
  • Tombol arah/panah: ← ↑ → ↓ Menggerakkan kursor sesuai arah tanda panah PAGE UP atau PAGE DOWN Pindah ke atas batas atau ke bawah batas halaman yang ditampilkan di monitor
  • ALT+CTRL+PAGE UP Pindah ke awal tampilan di monitor
  • ALT+CTRL+PAGE DOWN Pindah ke akhir tampilan di monitor
  • CTRL+HOME Pindah ke awal dokumen
  • CTRL+END Pindah ke akhir dokumen
  • HOME Pindah ke awal baris
  • END Pindah ke akhir baris

2. Berhubungan Dengan Cetak/Print dan Print Preview

  • CTRL+P Cetak dokumen (membuka kotak dialog Print)
  • ALT+CTRL+I Atau CTRL+F2 Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar Tombol arah / panah: ← ↑ → ↓ Pindah ke halaman tertentu sesuai arah panah dalam tampilan print preview PAGE UP atau PAGE DOWN Pindah ke halaman sebelumnya atau sesudahnya dalam tampilan print preview
  • CTRL+HOME Pindah ke halaman pertama dalam tampilan print preview
  • CTRL+END Pindah ke halaman terakhir dalam tampilan print preview Berhubungan Dengan Footnote dan Endnote
  • ALT+CTRL+F Menambahkan footnote
  • ALT+CTRL+D Menambahkan endnote
3. Berhubungan Dengan delete, copy dan move
  • BACKSPACE Menghapus satu karakter ke kiri
  • CTRL+BACKSPACE Menghapus satu kata ke kiri
  • DELETE Menghapus satu karakter ke kanan
  • CTRL+DELETE Menghapus satu kata ke kanan
  • CTRL+X Cut : Mengambil teks/gambar
  • CTRL+C Copy: menduplikat teks/gambar
  • CTRL+C, C Memunculkan daftar teks yang telah di-copy atau di-cut
  • F2 Memindahkan teks atau gambar. Caranya: pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, lalu tekan F2, lalu klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, lalu tekan ENTER.
  • CTRL+V Paste: menyisipkan teks/gambar yang telah di-cut atau di-copy.
4. Berhubungan dengan Karakter/simbol spesial

  • CTRL+F9 Membuat sebuah field
  • SHIFT+ENTER Membuat baris baru
  • CTRL+ENTER Membuat halaman baru
  • CTRL+SHIFT+ENTER Membuat bagian dokumen baru.Bagian yang baru ini bukan lanjutan dari halaman sebelumnya, jadi nomor halamannya bisa dimulai dari yang baru, atau orientasi halamannya (portrait/landscape) bisa beda.
  • CTRL+SHIFT+SPACEBAR Membuat spasi yang tidak bisa dipisahkan. Maksudnya seolah-olah dua kata yang berada di antara spasi tersebut tetap berada dalam satu baris.
  • ALT+CTRL+C Simbol Copyright ( © )
  • ALT+CTRL+R Simbol Registered Trademark ( ® )
  • ALT+CTRL+T Simbol Trademark ( ™ ) “kode simbol”,
  • ALT+X Memasukkan simbol tertentu. Caranya: tulis dulu kode simbolnya, lalu tekan ALT+X. Daftar simbol dan kodenya dapat anda lihat pada menu “Insert”, “Symbol…”, lalu pilih tab Symbol. Contoh : untuk menulis simbol ∑ , ketik 2211 lalu tekan ALT+X. Kode simbol berupa kode Unicode (Hexadesimal). ALT+”kode simbol” Memasukkan simbol tertentu sesuai dengan kode simbolnya (desimal ANSI). Kode simbolnya berupa angka-angka yang harus diketikkan melalui Keypad Numeric. Daftar simbol dan kodenya dapat anda lihat pada menu “Insert”, “Symbol…”, lalu pilih tab Symbol.

5. Berhubungan dengan menyorot / memblok teks

  • SHIFT+”tombol panah” Atau SHIFT+”klik mouse” Menyorot teks. Caranya: tekan tombol SHIFT (jangan dulu dilepas) lalu tekan tombol tanda panah atau klik di tempat yang diinginkan.
  • CTRL+”sorot yang lain” Menyorot teks terpisah. Caranya: setelah menyorot sebuah teks, anda bisa juga menyorot teks lain yang bukan lanjutan dari teks tersebut dengan menekan tombol CTRL.
  • F8 Menghidupkan mode penyorotan, yaitu menyorot teks tanpa menggunakan tombol SHIFT. Caranya: tekan F8 satu kali, lalu tekan tombol panah ke arah yang anda inginkan. Untuk mengakhiri mode penyorotan, tekan ESC. Jika anda tekan F8 dua kali, secara otomatis akan menyorot satu kata, jika tekan F8 tiga kali akan menyorot satu kalimat, dan seterusnya. Untuk mengurangi ukuran penyorotan, tekan SHIFT+F8. Jangan lupa menekan ESC untuk mengakhiri mode penyorotan.
  • ESC Mengakhiri mode penyorotan.
  • SHIFT+HOME Menyorot hingga ke awal baris
  • SHIFT+END Menyorot hingga ke akhir baris
  • SHIFT+PAGE DOWN Menyorot hingga satu layar ke bawah
  • SHIFT+PAGE UP Menyorot hingga satu layar ke atas
  • CTRL+SHIFT+HOME Menyorot hingga ke awal dokumen
  • CTRL+SHIFT+END Menyorot hingga ke akhir dokumen
  • ALT+CTRL+SHIFT+PAGE UP Menyorot hingga ke awal tampilan di monitor
  • ALT+CTRL+SHIFT+PAGE DOWN Menyorot hingga ke akhir tampilan di monitor
  • CTRL+A Menyorot seluruh isi dokumen
  • CTRL+SHIFT+F8 kemudian tekan tombol panah Menyorot teks secara vertikal TAB Menyorot isi sel berikutnya dalam tabel SHIFT+TAB Menyorot isi sel sebelumnya dalam tabel
6. Berhubungan dengan pergerakan kursor Panah (kiri, kanan, atas, bawah) Pindah satu karakter/huruf ke (kiri, kanan, atas, bawah)

  • CTRL+”panah kiri” Pindah satu karakter/huruf ke kiri
  • CTRL+”panah kanan” Pindah satu karakter/huruf ke kanan
  • CTRL+”panah atas” Pindah satu paragraf ke atas
  • CTRL+”panah bawah” Pindah satu paragraf ke bawah
  • END Pindah ke akhir baris
  • HOME Pindah ke awal baris
  • ALT+CTRL+PAGE UP Pindah ke awal tampilan di monitor
  • ALT+CTRL+PAGE DOWN
  • Pindah ke akhir tampilan di monitor
  • PAGE UP Pindah satu halaman ke atas
  • PAGE DOWN Pindah satu halaman ke bawah
  • CTRL+PAGE DOWN Pindah ke awal halaman berikutnya
  • CTRL+PAGE UP Pindah ke awal halaman sebelumnya
  • CTRL+END Pindah ke akhir dokumen
  • CTRL+HOME Pindah ke awal dokumen
  • TAB Pindah satu sel ke kanan (dalam tabel)
  • SHIFT+TAB Pindah satu sel ke kiri (dalam tabel)
  • ALT+HOME Pindah ke sel paling kiri (dalam tabel)
  • ALT+END Pindah ke sel paling kanan (dalam tabel)
  • ALT+PAGE UP Pindah ke sel paling atas dalam satu kolom (dalam tabel)
  • ALT+PAGE DOWN Pindah ke sel paling bawah dalam satu kolom (dalam tabel)
  • “panah atas” Pindah ke baris sebelumnya/atas (dalam tabel)
  • “panah bawah” Pindah ke baris sesudahnya/bawah (dalam tabel)
7. Berhubungan bukandengan pemformatan teks

  • CTRL+SHIFT+C Meng-copy / menduplikat format dari teks (Ingat!, bukan tulisannya melainkan formatnya. Misalnya : ukuran dan jenis huruf, jarak spasi antar baris, dsb)
  • CTRL+SHIFT+V Menyisipkan format teks setelah di CTRL+SHIFT+C CTRL+SHIFT+F Merubah jenis huruf CTRL+SHIFT+P Merubah ukuran huruf
  • CTRL+SHIFT+> Memperbesar ukuran huruf
  • CTRL+SHIFT+< Memperkecil ukuran huruf
  • CTRL+] Memperbesar ukuran huruf 1 poin
  • CTRL+[ Memperkecil ukuran huruf 1 poin
  • CTRL+D Mengubah format huruf. Ini akan memunculkan kotak dialog yang berkaitan dengan pemformatan huruf secara lengkap.
  • SHIFT+F3 Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
  • CTRL+SHIFT+A Mem-format teks menjadi huruf kapital semuanya
  • CTRL+B Menebalkan teks.  
  • CTRL+U Menambahkan garis bawah. 
  • CTRL+SHIFT+W Menambahkan garis bawah hanya pada teksnya saja, bukan pada spasi antar kata.  
  • CTRL+SHIFT+D Menambahkan garis bawah dobel.
  •  CTRL+SHIFT+H Memformat teks menjadi tidak terlihat (hilang). Untuk melihat teks yang diformat hilang, kllik menu Tools, Options, lalu pada tab View, perhatikan bagian Formatting marks, berikan tanda cek pada opsi All, lalu klik tombol OK.
  • CTRL+I Memiringkan teks.
  • CTRL+SHIFT+K Memformat teks menjadi huruf kecil semuanya
  • CTRL + ”=” (tanda sama dengan) Menempatkan teks pada posisi pangkat bawah. Contoh: H2O
  • CTRL + SHIFT + “+” (tanda tambah) Menempatkan teks pada posisi pangkat atas. Contoh: 52 = 25
  • CTRL+SPACEBAR (tombol spasi) Menghilangkan format yang telah dilakukan
  • CTRL+SHIFT+Q Mengubah teks menjadi berjenis huruf simbol
  • CTRL + SHIFT + * Menampilkan huruf-huruf yang tidak terlihat atau yang tidak dapat dicetak
  • SHIFT+F1 lalu klik pada teks yang ingin dilihat formatnya Menampilkan detail format yang diberlakukan pada teks (Reveal Formatting)
  • CTRL+1 Menerapkan jarak antar baris 1 spasi
  • CTRL+2 Menerapkan jarak antar baris 2 spasi
  • CTRL+5 Menerapkan jarak antar baris 1.5 spasi
  • CTRL+0 Menambahkan/menghilangkan jarak 1spasi pada awal paragraph
  • CTRL+E Membuat teks menjadi rata tengah
  • CTRL+J Membuat teks menjadi rata kiri dan kanan
  • CTRL+L Membuat teks menjadi rata kiri
  • CTRL+R Membuat teks menjadi rata kanan
  • CTRL+M Menambah margin pada sebelah kiri
  • CTRL+SHIFT+M Menghilangkan tambahan margin kiri
  • CTRL+M CTRL+T Menambahkan indent menggantung
  • CTRL+SHIFT+T Mengurangi jarak indent menggantung 
  • CTRL+Q Menghilangkan semua format yang telah dilakukan sehingga menjadi biasa / tanpa pemformatan
  • CTRL+SHIFT+S Mengubah style teks
  • ALT+CTRL+K Memulai AutoFormat
  • CTRL+SHIFT+N Menerapkan style Normal
  • ALT+CTRL+1 Menerapkan style Heading 1
  • ALT+CTRL+2 Menerapkan style Heading 2
  • ALT+CTRL+3 Menerapkan style Heading 3
  • CTRL+SHIFT+L Menerapkan style List / daftar
8. Berhubungan dengan mail merge

  • ALT+SHIFT+K Menampilkan sebuah mail merge
  • ALT+SHIFT+N Menggabungkan dokumen
  • ALT+SHIFT+E Mengedit data dokumen mail merge
  • ALT+SHIFT+F Memasukkan sebuah field mail merge
  • ALT+SHIFT+D Memasukkan field tanggal (Date)
  • ALT+CTRL+L Memasukkan field daftar (List)
  • ALT+SHIFT+P Memasukkan field nomor halaman
  • ALT+SHIFT+T Memasukkan field waktu (jam / Time)
  • CTRL+F9 Memasukkan field kosong
  • CTRL+SHIFT+F7 Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge F9 Mengupdate field yang sedang ditunjuk kursor saat itu
  • CTRL+SHIFT+F9 Menghilangkan hubungan sebuah link
  • SHIFT+F9 Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
  • ALT+F9 Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
  • ALT+SHIFT+F9 Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTON dari field yang sedang dilihat hasilnya
  • F11 Pindah ke field berikutnya
  • SHIFT+F11 Pindah ke field sebelumnya
  • CTRL+F11 Mengunci field
  • CTRL+SHIFT+F11 Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci Shortcut Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12) F1 Membuka panduan Microsoft Word
  • F2 Memindahkan teks atau gambar. Caranya: pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, lalu tekan F2, lalu klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, lalu tekan ENTER.
  • F3 Memasukkan AutoText
  • F4 Mengulangi proses / pengetikan yang terakhir dilakukan
  • F5 Membuka kotak dialog pencarian (cara singkat menuju bagian tertentu di dalam dokumen)
  • F6 Menuju ke frame / panel berikutnya
  • F7 Membuka kotak dialog Spelling and Grammar
  • F8 Menghidupkan mode penyorotan, yaitu menyorot teks tanpa menggunakan tombol SHIFT. Caranya: tekan F8 satu kali, lalu tekan tombol panah ke arah yang anda inginkan. Untuk mengakhiri mode penyorotan, tekan ESC. Jika anda tekan F8 dua kali, secara otomatis akan menyorot satu kata, jika tekan F8 tiga kali akan menyorot satu kalimat, dan seterusnya. Untuk mengurangi ukuran penyorotan, tekan SHIFT+F8. Jangan lupa menekan ESC untuk mengakhiri mode penyorotan.
  • F9 Mengupdate field yang dipilih / disorot
  • F10 Mengaktifkan bar menu untuk diakses oleh keyboard
  • F11 Menuju ke field berikutnya
  • F12 Menyimpan dokumen dengan nama baru. Ini sama dengan meng-klik menu File, Save As.
9. Tombol CTRL dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)

  • CTRL+F2 Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar
  • CTRL+F3 Mengambil teks untuk Autotext
  • CTRL+F4 Menutup jendela dokumen (sekaligus menutup dokumen)
  • CTRL+F5 Mengembalikan (restore) ukuran jendela dokumen setelah di maximize
  • CTRL+F6 Pindah ke dokumen lain (jika membuka lebih dari satu file dokumen Word)
  • CTRL+F7 Menjalankan perintah Move (shortcut untuk title bar)
  • CTRL+F8 Menjalankan perintah Size (shortcut untuk title bar)
  • CTRL+F9 Membuat sebuah field untuk karakter spesial (simbol)
  • CTRL+F10 Membuat jendela Microsoft Word menjadi berukuran Maximize
  • CTRL+F11 Mengunci field pada mail merge
  • CTRL+F12 Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan mengklik menu File,
10. Tombol SHIFT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)

  • SHIFT+F1 Menampilkan detail format yang diberlakukan pada teks (Reveal Formatting)
  • SHIFT+F2 Menduplikat (copy) teks
  • SHIFT+F3 Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
  • SHIFT+F4 Mengulangi /melanjutkan proses pencarian Find atau GoTo
  • SHIFT+F5 Meletakkan kursor pada posisi teks yang terakhir kali dilakukan perubahan
  • SHIFT+F6 Menuju ke frame / panel sebelumnya
  • SHIFT+F7 Membuka kotak dialog Thesaurus
  • SHIFT+F8 Menghilangkan tanda penyorotan / seleksi
  • SHIFT+F9 Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
  • SHIFT+F10 Memperlihatkan menu klik kanan pada posisi kursor
  • SHIFT+F11 Pindah ke field sebelumnya
  • SHIFT+F12 Menyimpan dokumen. Ini sama dengan mengklik menu File, Save
11. Tombol ALT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)

  • ALT+F1 Meletakkan kursor pada field berikutnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
  • ALT+F3 Membuat sebuah entry AutoText
  • ALT+F4 Keluar dari program aplikasi Microsoft Word
  • ALT+F5 Mengembalikan ukuran jendela Microsoft Word jika sedang maximize.
  • ALT+F7 Mencari kesalahan dalam penulisan. Ini bisa berfungsi jika kotak cek “Check spelling as you type” diaktifkan. (lihat di menu Tools, Options, klik tab Spelling & Grammar)
  • ALT+F8 Menjalankan sebuah macro.
  • ALT+F9 Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
  • ALT+F10 Memaksimalkan (maximize) tampilan jendela program Microsoft Word
  • ALT+F11 Menampilkan jendela penulisan kode Microsoft Visual Basic
12. Tombol CTRL+SHIFT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)

  • CTRL+SHIFT+F3 Menuliskan isi dari Spike (entry AutoText spesial)
  • CTRL+SHIFT+F5 Mengedit bookmark. (membuka kotak dialog bookmark)
  • CTRL+SHIFT+F6 Pindah ke jendela dokumen yang lain (jika pada saat bersamaan, membuka lebih dari satu file Word)
  • CTRL+SHIFT+F7 Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
  • CTRL+SHIFT+F8 kemudian tekan tombol panah Menyorot teks secara vertikal
  • CTRL+SHIFT+F9 Menghilangkan hubungan sebuah link
  • CTRL+SHIFT+F11 Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci
  • CTRL+SHIFT+F12 Membuka kotak dialog Print. Sama dengan
  • CTRL+P
13. Tombol CTRL+ALT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)

  • CTRL+ALT+F1 Menampilkan informasi mengenai komputer yang sedang digunakan.
  • CTRL+ALT+F2 Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Open.
14. TombolALT+SHIFT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)

  • ALT+SHIFT+F1 Meletakkan kursor pada field sebelumnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
  • ALT+SHIFT+F2 Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Save.
  • ALT+SHIFT+F9 Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTON dari field yang sedang dilihat hasilnya
  • ALT+SHIFT+F10 Menampilkan menu atau pesan untuk smart tag.
  • ALT+SHIFT+F11 Menjalankan Microsoft Script Editor  

selamat mencoba .....!!!!

SISTEMATIKA MENULIS LAPORAN PENELITIAN



Halaman Judul 

Dalam sebuah laporan,judul ditulis pada satu halaman penuh dan diletakan pada halaman paling depan. Judul ditulis dengan huruf kapital, dilengkapi dengan informasi keberadaan laporan. pada laporan akan diujikan (risalah ujian), halaman judul terdiri atas: judul,keperluan laporan,nama dan data penulis bernaung, tahun pembuatan. 

Abstrak

Abstrak adalah ringkasan  isi laporan yang ditulis dengan amat singkat dan padat (tidak melebihi 400 kata). abstrak berisi pokok masalah, jutuan,metode, data, dan kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui paragraf penulis dapat mengetahui garis besar isi laporan tersebut.

Ikhtisar

yakni hasil pemadatan sebuah naskah yang ditilis dalam bentuk paragraf. pada ikhtisar dapat dikenali semua unsur dasar bahan pembentuk laporan atau biasa yang di namakan daftar isi. ikhtisar dibuat setelah naskah laporan selesai ditulis yang memuat naskah laporan secara keseluruhan dan berturut-turut dari bab pertama sampai bab terakhir

Prakata

Jika penulis ingin membuat pengantar maka rumusannya adalah prakata /sekapur siri. secara umum prakata memuat :
  1. gambaran umum mengenai pelaksanaan tugas serta ketentuannya.
  2. gambaran umum mengenai pelaksanaan proyek serta hasil yang dicapai.
  3. ucapan terima kasih kepada orang yang telah membantu.
  4. tempat,tanggal,bulan, dan tahun penyusun lapaoran.
  5. nama penanggung jawab proyek/penelitian.
Kata Pengantar

Daftar isi

Daftar Tabel/gambar/lampiran

Seperti halnya daftar isi bagian ini bertujuan memudahkan pembaca mencari daftar tersebut. daftar ini dibuat setelah laporan selesai ditulis. daftar ini disusun secara berurutan dengan mencantumkan angka-angka halaman dibelakangnya, kecuali lampiran.


Bagian isi

Penutup.


latar belakang berdirinya Muhammadiyah






 Pembaharuan pemikiran dalam dunia Islam secara metodologis merupakan usaha para pemikir dan ulama untuk memahami ajaran Islam dengan mempergunakan segenap kemampuan kemanusiaannya sebagaimana dianugerahkan Allah. Usaha pemikiran tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai perkembangan sosial budaya yang sedang berkembang dalam usaha untuk mencari penyelesaian dan mengatasi persoalan di dalam kehidupan kemasyarakatan yang sedang dihadapi. Hasil pemikiran yang dilakukan secara mendalam dan sungguh-sungguh tersebut, kemudian melahirkan berbagai gerakan pembaharuan yang merupakan operasionalisasi dan pelaksanaan dari hasil pemahaman dan pemikirannya terhadap ajaran Islam Di Indonesia lahir beberapa organisasi atau gerakan islam, diantaranya adalalah Muhammadiyah yang lebih dari 30 tahun sebelum merdeka, dan organisasi lainnya yang bergerak di bidang politik, sosial dan pemdidikan. Muhammadiayah adalah organisasi yang berdiri bersamaan dengan kebangkitan masyarakat Islam Indonesia pada dekade pertama yang sampai hari ini bertahan dan membesar yang sulit dicari persepadanannya. Jika dilihat dari amal usaha dan dan gerakan Muhammadiyah di bidang sosial kemasyarakatan, khususnya di bidang pendidikan dan dan kesehatan, maka Muhammadiyah merupakan organisasi sosial keagamaan yang terbesar di Indonesia, bahkan banyak kalangan menyebutkan sebagai terbesar di seluruh dunia. Demikian pula dalam berbagai hal yang menyangkut amal usaha dan konseptualisasi nilai-nilai Islam secara kontekstual. Dengan usaha Muhammadiyah yang terakhir itu, nilai-nilai ajaran Islam dapat dirasakan oleh masyarakat menjadi lebih dekat dan akrab dengan permasalahan kehidupan manusia sehari-hari. Perserikatan Muhammadiyah sudah dikenal luas sejak beberapa puluh tahun yang lalu oleh masyarakat Internasioanal , khususnya oleh masyarakat 'alam Ialamy. Nama Muhammadiyah sudah sangat akrab di telinga masayarkat pada umumnya .

       Adapun arti nama muhammadiyah dapat dilihat dari dua segi , yaitu arti bahasa atau etimologis dan arti istilah atau terminologis.

    1. Arti Bahasa atau estimologis :muhammadiyah berasal dari kata bahasa arab "Muhammad" yaitu nama nabi atau Rasul yang terakhir. Kemudian mendapatkan "ya nisbiyah "yang artinya menjeniskan. Jadi Muhammadiyah berarti umatnya Muhammad atau pengikut Muhammad. Yaitu semua orang yang meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan pesuruh Allah yang terakhir .Dengan demikian siapapun yang beragama Islam maka dia adalah orang Muhammadiyah , tanpa dilihat atau dibatasi oleh perbedaan Organisasi, golongan bangsa , geografis , etnis , dsb.

   2. Arti Istilah atau terminologis : Muhammadiyah adalah gerakan Islam , Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar , berasas Islam dan bersumber dari Al Qur'an dan Sunah didirikan oleh KHA . Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H, bertepatan tanggal 18 November 1912 M di kota Yogyakarta . K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiayh sebagai upaya penyempurnaan pemikiran beliau dalam melaksanakan Islam dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya.

          Sebelum resmi menjadi organisasi, embrio Muhammadiayah merupakan gerakan atau bentuk kegiatan dalam rangka melaksanakan agama Islam secara bersama-sama. Perkumpulan ini diprakarsai oleh Kiyai Haji Ahmad Dahlan dan bermula di kampung kauman. Dengan didirikan di Kauman memberikan kesan bahwa Kiyai Haji Ahmad Dahlan sangat memperhatikan lingkungannya. Mungkin dijiwai oleh ayat Alquran yang berbunyi: Quu anfusakum wa ahlikum naara, yang artinya “ Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Gerakan yang digetarkan oleh motivasi seperti itulah yang nantinya barhak mempunyai landasan dan akar yang kuat. Dalam gerakannya itu beliau dibantu oleh sahabat-sahabatnya. Ini membuktikan bahwa untuk melaksanakan Islam tidak bisa sendirian, tetapi harus bersama-sama dengan yang lain. Karenanya belakangan KH Ahmad Dahlan memilih orang-orang yang sepaham, yang juga mempunyai pikiran jangka jauh. Sebanya karena gerakan ini tidak cukup hanya untuk satu-dua tahun saja, melainkan untuk terus menerus. Untuk itulah diangkat beberpa orang murid (santri). Kemudian pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 (bertepatan tanggal 18 november 1912) Muhammadiyah diresmikan menjadi organisasi persyarikatan dan berkedudukan di Yogyakarta yang dipimpin langsung oleh KH. Ahmad dahlan.
Jadi organisasi yang didirikannya merupakan penyempurnaan dari pelaksanaan gerakan yang telah dilakukan sebelumnya. Terdapat cukup banyak penjelasan tentang faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah, kalau penjelasan-penjelasan ini diasumsikan sebagai teori, maka Djindar Tamimi berpendapat bahwa faktor-faktor subjektif dan objektif adalah mendorong berdirinya Muhammdiyah. Faktor subjektif berkenaan dengan pribadi Ahmad dahlan sendiri. Sedangkan faktor objektif dibedakan atas dua macam, yaitu intern dan ekstern.

       Teori lain yang hanya mempertimbangkan aspek realitas sosial yang mendorong lahirnya Muhammadiyah yaitu hanya ada dua faktor, internal dan eksternal. Faktor Internal berkenaan dengan kondisi keberagamaan umat Islam di Jawa, sedangkan faktor eksternalnya adalah adanya pengaruh gerakan pembaruan Islam di Timur Tengah dan politik Islam-Belanda tarhadap kaum muslimin di Indonesia. Selain itu, terdapat teori lain yang mengatakan bahwa telaah mengenai latar belakang berdirinya Muhammadiyah berhubungan dengan masalah yang saling terkait, yaitu aspirasi Islam ahamd Dahlan, realitas sosio-agama di Indonesia, realitas sosio-pendidikan di Indonesia dan relitas politik Islam Hindia-Belanda. Dan selanjutnya adalah teori yang mengatakan ada tiga faktor yang mendorong berdirinya Muhammadiyah, yaitu gagasan pembaruan Islam di Timur Tengah, Pertentangan internal dalam masyarakat jawa dan yang paling penting adalah penetrasi misi Kristen di Indonesia. Faktor yang terkhir dianggap yang paling menentukan dilihat dari berbagai kebijakan politik pemerintah kolonial terhadap Islam dan proteksinya terhadap Nasrani, misalnya adalah ordonansi guru, pelanggaran-pelanggarannya terhadap kebudayaan lokal dan pembentukan freemasonry.

        Berikut pembahasan yang lebih rinci tentang beberapa teori mengenai latar belakang lahirnya Muhammadiayah; Faktor yang mendorong berdirinya Muhammdiyah ada dua, yaitu:

1. Faktor Subyektif:

Bersifat subyek, ialah pelakunya sendiri. Dan ini merupakan faktor sentral, sedangkan faktor yang lain hanya menjadi penunjang saja. Yang dimaksudkan disini ialah, kalau mau mendirikan Muhammadiyahmaka harus dimulai dari orangnya sendiri. Kalau tidaka, maka Muhammadiyah bisa dibawa kemana saja . Lahirnya Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dengan Kiyai Haji ahmad Dahlan, tokoh kontroversial pada zamannya. Ia dilahirka tahun 1868 dan wafat tahun 1923 m, dimakamkan di pemakaman Karangkajen, Yogyakarta hayat yang dikecap selama 55 tahun, berarti meninggal dalam usia relative muda. Sudah sejak kanak-kanak beliau diberikan pelajaran dan pendidikan agama oleh orang tuanya, oleh para guru (ulama) yang ada dalam masyarakat lingkungannya. Ini menunjukkan rasa keagaman KH Ahamad Dahlan tidak hanya berdasarkan naluri, melainkan juga melalui ilmu-ilmu yang diajarkan kepadanya. Dikala mudanya, beliau terkenal memiliki pikiran yang cerdas dan bebas serta memiliki akal budi yang bersih dan baik. Pendidikan agama yang diterimanya dipilih secara selektif. Tidak hanya itu, tetapi sesudah dipikirkan, dibawa dalam perenungan-perenungan dan ingin dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Disinilah yang menentukan Ahamd Dahlan sebagai subjek yang nantinya mendorong berdirinya Muhammadiyah. Namun faham dan keyakinan agamanya barulah menemukan wujud dan bentuknya yang mantap sesudah menunaikan ibadah hajinya yang kedua (1902 M) dan sempat bermukuim beberapa tahun di tanah suci. Waktu itu beliau sudah mampu dan berkesempatan membaca ataupun mengkaji kitab-kitab yang disusun oleh alaim ulama yang mempunyai aliran hendak kembali kepada al-Quran dan As- Sunnah dengan menggunakan akal yang cerdas dan bebas. Faham dan keyakinan agama yang dilengkapi dengan penghayatan dan pengalaman agamanya inilah yang mendorong kelahiran Muhammadiyah.

2. Faktor Obyektif

Faktor obyektif yang dimaksud ialah keadaan dan kenyataan yang berkembang saat itu. Hal ini merupakan pendorong lebih lanjut dari permulaan yang telah ditetapkan hendak dilakukan subyek. Faktor ini dibagi menjadi dua, yaitu intern ummat Islam dan ekstern ummat Islam. Faktor obyektif intern ummat Islam ialah kenyataan bahwa ajaran agama Islam yang masuk di Indonesia ternyata sebagai akibat perkembangan Agama Islam pada umumnya sudah tidak utuh dan tidak murni lagi. Kalau ajaran sudah tidak murni, tidak diambil dari sumbernya yang asli, sudah dicampur dengan ajaran-ajaran yang lain (sinkretisme), kemudian yang dikaji bukan Islam seutuhnya melainkan hanya bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan kebudayaan setempat, maka ketika Islam yang seperti itu difahami dan dilaksanakan, sudah tidak bisa memberikan manfaat yang dijanjikan oleh Islam terhadap pemeluknya. Faktor obyektif yang seperti itu lebih mendorong Ahmad Dahlan segera mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah untuk dijadikan sarana memperbaiki Agama dan ummat Islam Indonesia. Selanjutnya ialah faktor obyektif Ekstern ummat Islam. Pemerintah Hindia-Belanda merupakan keadaan obyektif ekstern ummat Islam pertama yang melatar belakangi berdirinya Muhammadiyah. Pemerintah Hindia-Belanda memegang kekuasaan yang menentukan segala-galanya. Agama Pemerintah Belanda yang resmi ialah protestan yang dengan sendirinya tidak menghendaki Agama Islam. Pemerintah Belanada mempunyai pendirian untuk menjaga kelangsungan kekuasaan di tanah jajahan, terutama tanah jajahan yang penduduknya mayoritas Islam. Demi kelngsungan kekuasaannya di Indonesia, pemerintah penjajah Hindia-Belanda berpendirian bahwa ajaran Agama Islam yang utuh dan murni tidak boleh hidup dan berkembang di tanah jajahan. Maka ajaran Agama Islam (yang tidak utuh dan murni lagi itulah yang dikehendaki. Ajaran Isalam yang seperti itu untuk hidup terus dan berkembang lebih lanjut. faktor obyektif di luar ummat islam lainnya ialah dari anagkatan muda yang sudah mendapat pendidikan Barat yang mengadakan gerakan-gerakan yang untuk memusuhi apa yang menjadi maksud gerakan Muhammadiayah. Itu semua yang mendorong KH Ahmad dahlan memperjuangkan faham dan keyakinan agamanya dengan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah.

3. Faktor Internal

Yang dimaksud faktor internal ialah faktor yang berkaitan dengan kondisi keagamaan kaum muslimin Indonesia sendiri yang telah menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Sebelum Islamm datang, terlebih dahulu di Indonesia sudah bercokol Agama Hindu dan Budha yang cukup berpengaruh dalam mewarnai keruhanian penduduk Indonesia. Kehidupan keagamaan yang tampak ketika itu ialah sinkretisme, yaitu campuran antara kepercayaan tradisional yang telah menjelma menjdi adat kebiasaan yang yang bersifat agamis dengan bentuk mistik yang dijiwai oleh Agama Hindu atau Budha. Kemudian Islam datang pada abad VII atau VIII Masehi, maka sinkretisme itu bertambah dengan unsur Islam. Inilah faktor internal yang melatar belakangi berdirinya Muhammadiyah.

4. Faktor Eksternal

a. Politik Islam Belanda Terhadap Kaum Muslimin di Indonesia.
       Politik Islam Belanda yang didasarkan pada konsep Snouck Hurgronje sangat bermusuhan kepada Islam dan ummat Islam Indonesia. Adapun realisasi politik Islam Belanda antara lain dalam bentuk pembatasan-pembatasan kepada setiap aktivitas kaum muslimin, sperti dilarang mendirikan organisasi politik, disensornya semua penerbitan yang datang dari luar dan dibatasinya jamaah haji Indinesia.

b. Pengaruh Ide dan Gerakan Pembaruan Islam di Timur Tengah
       Pengaruh Makkah masuk ke Indonesia melalui orang-orang Indonesia yang menunaikan ibadah haji. Sewaktu di Makkah, mereka mempelajari Islam dengan memperdalam beberapa aspek ajaran isla, terutama fikih. Khusus tentang hajinya Ahmad dahlan ke tanah suci dan tinggal disana untuk studi Islam beberapa tahun, menjadikan beliau makin terbiasa dengan ide pembaruan. Pengamatan langsung terhadap daerah pusat Islam yang banyak terpengaruh ole hide pembaruan ini, akhirnya mendorong K.H. Ahmad dahlan untuk mendirikan gerakan pembaruan Islam Indonesia, yaitu Muhammadiyah.

c. Teori yang mengatakan berdirinya Muhammadiyah berhubungsan erat dengan tiga masalah pokok, yaitu

1. Pemikiran Islam Ahmad Dahlan. Aksi sosial Ahmad Dahlan bukan semata gerakan keagamaan dalam arti ritual, melainkan bisa disebut sebagai “revolusi kebudayaan”. Berbagai gagasan dan aksi sosial Ahmad Dahlan tidak hanya mencerminkan nalar kritisnya, melainkan juga menunjukkan kepedulian pada nasib rakyat kebanyakan yang menderita, tidak berpendidikan dan miskin. Aktualisasi Islam tidak hanya secara pribadi, manusia diwajibkan menegakkan Islam ditengah-tengah masyarakat. Ahmad Dahlan tidak menginginkan masyarakat Islam yang seperti dahulu, ataupun masyarakat baru yang membentuk budaya Islam baru. Jalan yang ditempuh Ahmad Dahlan adalah dengan menggembirakan umat Islam Indonesia untuk beramal dan berbakti sesuai dengan ajaran Islam. Bidang pendidikan misalnya, Ahmad dahlan mengadopsi sistem pendidikan Belanda karena diangap efektif. Bahkan membuka peluang bagi wanita Islam untuk sekolah, padahal di Arab, India dan Pakistan ini menjadi masalah. Sedangkan dibidang sosial Ahmad Dahlan mendirikan panti asuhan untuk memelihara anak yatim dan anak-anak terlantar lainnya. Yang kemudian banyak berkembang Yayasan-yayasan Yatim Piatu Muhammadiyah, Rumahsakit PKU Muhammadiyah, dan tersbesar adalah lembaga pendidikan Muhammadiyah baik TK, SD, SMP, SMU dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang jumlahnya terbesar di Indonesia.

2. Realitas Sosial Agama di Indonesia Kondisi masyarakat yang masih sangat kental dengan kebudayaan Hindu dan Budha, memunculkan kepercayaan dan praktik Ibadah yang menyimpang dari Islam. Kepercayaan dan praktik ibadah tersebut dikenal dengan sitilah Bid’ah dan Khurafat. Khurafat adalah kepercayaan tanpa pedoman yang sah menurut Alquran dan al hadits, hanya ikut-ikutan orang tua atau nenek moyang mereka. Sedangkan bid’ah adalah bentuk ibadah yang dilakukan tanpa dasar pedoman yang jelas, melainkan hanya ikut-ikutan orangtua atau nenek moyang saja. Melihat realitas sosio-agama ini mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan Muhammadiyah . Namun, gerakan pemurniannya dalam arti pemurnian ajaran Islam dari bid’ah dan khurafat baru dilakukan pada tahun 1916.Dalam konteks sosio-agama ini, Muhammadiyah merupakan gerakan pemurnian yang menginginkan pembersihan Islam dari semua sinkretisme dan praktik ibadah yang terlebih tanpa dasar akaran Islam (Takhayul, Bid’ah, Khurafat).

3. Realitas sosio-Pendidikan di Indonesia. Ahmad dahlan mengetahui bahwa pendidikan di Indonesia terpecah menjadi dua yaitu pendidikan pesantren yang hanya mengajarkan ajaran-ajaran agama dan pendidikan Barat yang sekuler. Kondisi ini menjadi jurang pemisah antara golongan yang mendapat pendidikan agama dengan golongan yang mendapatkan pendidikan sekuler. Kesenjangan ini termanifestasi dalam bentuk berbusana, berbicara, hidup dan berpikir. Ahmad Dahlan mengkaji secara mendalam dua sistem pendidikan yang sangat kontras ini. Dualisme sistem pendidikan diatas membuat prihatin Ahmad Dahlan, oleh karena itu cita-cita pendidikan Ahmad Dahlan ialah melahirkan manusia yang berpandangan luas dan memiliki pengetahuan umum, sekaligus yang bersedia untuk kemajuan masyarakatnya. Cita-cita ini dilakukan dengan mendirikan lembaga pendidikan dengan kurikulum yang menggabungkan antara Imtak dan Iptek. .  

Contoh Proposal ptk





I.JUDUL: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA            MELALUI LATIHAN BERTAHAP  PADA SISWA KELAS  VIII SMP NEGERI 2 PAREPARE

II. BAB I. PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar memegang peran penting dalam mempercepat pengetahuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kelak melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini disebabkan karena matematika merupakan ilmu dasar,penata nalar, sistematis dan kritis dalam diri peserta didik.
Dengan peranan matematika yang sangat penting, maka matematika dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran wajib pada jenjang pendidikan , mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah, bahkan matematika merupakan unsur utama yang sangat penting dalam mempelajari pengetahuan lain.
Namun belajar matematika siswa sering mengeluh bahkan menganggap matematika itu sebagai pelajaran yang sulit, hal ini disebabkan karena matematika mempunyai karakter tersendiri, menyadari hal tersebut seyogyanya guru dalam mengajari matematika harus mampu memperdayakan potensi yang dimiliki dengan merancang beberapa metode, teknik, dan strategi yang tidak monoton pada aktivitas guru/mengajar sehingga dapat melibatkan siswa secara aktif dalam melakukan aktivitas belajar matematika, dengan demikian mereka akan memahami konsep dengan baik dan tahan lama diingatkan dan mampu mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari.
Kenyataan yang penulis temukan di SMP Negeri 2 Parepare menunjukkan bahwa hasil belajar siswa belum dicapai secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada ulangan harian yang dberikan penulis pada saat melakukan penelitian di sekolah tersebut yaitu 54,5 sehingga berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berlaku di sekolah tersebut yaitu 65. Hal ini disebabkan karena selama ini mereka jarang mengulang-ulangi soal latihan yang diberikan dan mereka hanya menjadi pendengar serta pencatat informasi yang disampaikan oleh guru sehingga membuat siswa menjadi pasif dan tidak terrmotivasi dalam belajar dan akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika siswa tersebut.
Dari berbagai usaha yang telah dilakukan menurut asumsi penulis, salah satu usaha meningkatkan hasil belajar matematika yaitu dapat dilakukan dengan menerapkan pola latihan secara bertahap. Dimulai dari soal-soal yang mudah dilanjutkan soal-soal yang sedang, kemudian dilanjutkan soal-soal yang relatif sulit.
Hamzah (2007: 131) berpendapat bahwa “belajar matematika pada tahap yang lebih tinggi, harus didasarkan pada tahap yang lebih rendah”. latihan secara bertahap perlu dilakukan, sebab memberikan latihan kepada siswa, berarti membiasakan untuk mengulang-ulangi pelajaran melalui latihan keterampilan dalam belajar matematika. Bukan hanya sekedar menghafal tetapi keterampilan dalam menerapkan konsep, baik dengan mengulang konsep yang didapat setelah pelajaran selesai maupun memperbanyak menyelesaikan soal-soal latihan. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa hasil belanjar seseorang siswa bukan hanya ditentukan oleh pembelajaran di sekolah, tapi kegiatan belajar di luar sekolah dan tersedianya fasilitas belajar, dan memperbanyak menyelesaikan soal-soal latihan secara bertahap. Dengan penerapan ini maka semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
Berdasarkan penomena diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui latihan Bertahap Pada Siswa  Kelas VIII SMP Negeri 2 Parepare”

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang diatas, maka dapat  dirumuskan suatu permasalahan yaitu: “Apakah hasil belajar matematika  dapat ditingkatkan melalui latihan betahap  pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Parepare?”


C.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui bahwa hasil belajar matematika dapat  ditingkatkan melalui  latihan bertahap pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Parepare.

D.      Manfaat Penelitian
Beberapa manfaat yang dapat diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.    Bagi Siswa: “Sebagai pendekatan yang baik untuk memahami matematika dengan benar  yang pada akhirnya belajar disertai dengan latihan-latihan  menyelesaikan soal matematika dapat menjadi pola dan kebiasaan siswa”.
2.    Bagi Guru: “Sebagai informasi bagi guru, khususnya guru bidang studi matematika tentang salah satu cara peningkatan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran”.
3.    Bagi Sekolah: “Sebagai bahan masukan yang dapat digunakan sebagai salah satu  pola atau strategi dalam upaya pembaikan pembelajaran sehingga dapat  menunjang tercapainya target kurikulum dan daya serap sesuai yang diharapkan”.
4.    Bagi Peneliti: “Sebagai bahan pebandingan dalam memberikan informasi bagi peneliti lain dalam bidang yang sama serta bahan pertimbangan  bagi yang berminat mengembangkan penelitian ini diharapakan dpat memperkaya khasana ilmu pengetahuan”.

III. KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERFIKIR 
A.  Kajian  Pustaka
1.    Hakekat Matematika
Secara etimologis perkataan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”. Menurut Pailing (Abdurrahman, 2003: 252), ide manusia tentang  matematika berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang, kali, bagi, tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik seperti aljabar, geometri, dan trigonometri.
Menurut Hudoyo (1990: 3) bahwa matematika adalah sebagai ilmu mengenai struktur akan mencakup tentang hubungan, pola maupun bentuk, dapat dikatakan matematika berkenaan dengan ide-ide (gagasan-gagasan), struktur dan hubungan dengan konsep-konsep abstrak.
Russefendi ET (Suherman, 2001: 18) mengatakan bahwa matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses,dan penalaran. Pada tahap awal matematika terbentuk dari pengalaman manusia  dalam dunianya secara empiris, karena matematika sebagai aktivitas manusia,kemudian pengalaman itu diproses dalam dunia rasio, diolah secara analisis  dan sintesis dengan penalaran didalam stuktur kognitif sehingga sampailah pada suatu kesimpulan berupa konsep-konsep matematika.
James dan James (Suherman, 2001: 18) dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika  adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri.
Selanjutnya  Kline (Abdurrahman, 2003: 525) juga mengemukakan bahwa “matematika merupakan bahasa simbolis dan ciri utamanya adalah penggunaan cara bernlar deduktif, tapi juga tidak melupakan cara bernalar induktif”.
Johnson dan Rising (Suherman, 2001: 19) dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah pola berfikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang  logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide  dari pada mengenai bunyi.
Reys (suherman 2001: 19) dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan tau poal berfikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.
Kemudian Kline (Suherman,2001: 19) dalam bukunya mengatakan pula bahwa matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dlam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.
Matematika timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas yaitu: aritmetika, aljabar, geometri, dan analis. Selain itu matematika adalah ratunya ilmu, maksudnya bahwa matematika tidak tergantung bidang lain, ini karena matematika sangat sulit dan dan agar dipahami dengat tepat harus menggunakan simbol dan istilah yang cermat disepakati secara bermakna.
Dari berbagai pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa  pada hakekatnya matematika merupakan ilmu pengetahuan mengenai struktur yang mencakup  tentang hubungan, pola maupun bentuk, berkenaan dengan ide-ide (gagasan-gagasan), sturuktur dan hubungan dengan konsep-konsep abstrak, yang disusun secara hirarkis, dan penalarannya deduktif.

2.      Hakikat Belajar Matematika
 Dalam Kamus besar Bahasa indonesia (2003: 17), “belajar adalah merubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman”.
Hamalik (2005: 25) menyatkan bahwa: Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri manusia yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berdasarkan berdasarkan pengalaman-pengalaman dan latihan. Tingkah laku yang baru itu misalnya, dari tidak tahu menjadi tahu, perubahan dalam sikap, kebiasaan, keterampilan, kesanggupan menghargai atau sifat-sifat sosial emosional lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Purwanto (2007: 55) mengemukakan belajar merupakan suatu perubahan  yang terjadi karena latihan atau pengalaman, dalam arti  perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil-hasil belajar.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian belajar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Selanjutnya proses pembelajaran untuk mata pelajaran matematika harus  memperhatikan karakteristik matematika. Menurut Gagne (Suherman, 2001: 35) dalam belajar matematika ada dua objek yang harus diperoleh murid, yaitu objek langsung dan objek tak langsung.objek tak langsung antara lain kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, belajar mandiri, bersikap positif  terhadap matematika, dan tahu bagaimana semestinya belajar. Sedangkan objek langsung berupa fakta, keterampilan, konsep, dan aturan.
Suherman (2001: 2) mengemukakan beberapa karakteristik matemtika yaitu: matematika sebagai ilmu deduktif menekankan proses pengajaran, matematika harus bersifat deduktif, konsep-konsep matematika tersusun secara hirarkis, terstruktur, logis, dan sistematis, mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks, sehingga dalam belajar matematika dibutuhkan ketekunan, keuletan serta rasa cinta terhadap matematika. Karena materi matematika bersifat hirarkis dan tersusun maka dalam belajar matematika, tidak boleh terputus-putus dan urutan materi harus diperhatikan. Artinya perlu mendahulukan belajar tentang konsep matematika  yang mempunyai daya bantu terhadap konsep matematika yang lain.
Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar matematika adalah suatu proses aktif yang terjadi dalam diri peserta didik dengan adanya pemahaman tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika sehingga peserta didik akan lebih memahami materi dengan jelas. Dan pada hakikatnya belajar matematika asalah suatu proses perubahan tingkah laku secra keseluruhan sebagai hasilpengalaman individu itu sendiri dalam mengepresikan hubungan kuantitatif dan keruangan untuk memudahkan berfikir serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur matematika.

3.        Hasil Belajar Matematika
Sudjana (2002: 4) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimilki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. setelah proses belajar maka siswa diharapkan dapat  mencapai tujuan belajar yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menjalani proses belajar.
Menurut Abdurrahman ( 2003: 37), hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui proses belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap.
Sedangkan Hudoyo  (1990: 139) memberikan batasan  bahwa hasil belajar adalah proses berfikir menyusun hubungan-hubungan tersebut sehingga orang itu dapat menampilkan pemahaman dan pengusahaan bahan pelajaran yang dipelajari.
Menurut Benjamin S Bloom (Abdurrahman,  2003: 37) ada tiga ranah (domain) hasil belajar, yaitu Kognitif, efektik, dan fisikomotorik. perinciannya adalah sebagai berikut:
a.         Ranah Kognitif: Berkenaan dengan hasil belajar  intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
b.        Ranah Afektif: berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif Meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
c.         Ranah Psikomotorik: Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati)
Sedangkan menurut A.Romiszowski (Abdurrahman, 2003: 37) hasil belajar merupakan keluaran (outputs) dari suatu sistem  berupa bermacam-macam informasi sedangkan keluarannya adalah perbuatan atau kinerja (performance). Menurut Romiszowski, perbuatan merupakan petunjuk  bahwa proses belajar telah terjadi, dan hasil belajar dapat dikelompokkan kedalam dua macam saja, yaitu pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan terdiri dari empat kategori yaitu (1) pengetahuan dan fakta, (2) pengetahuan tentang prosedur, (3) pengetahuan tentang konsep. Keterampilan juga terdiri dari empat kategori, yaitu (1) keterampilan untuk berfikir atau keterampilan kognitif, (2) keterampilan untuk bertindak (motorik), (3) keterampilan bersikap, dan (4) keterampilan beriteraksi.
Beberapa ciri untuk melihat hasil belajar matematika yang diperoleh siswa setelah melakukan proses belajar adalah sebagai berikut:
a.         Siswa dapat mengingat fakta, prinsip, konsep yang telah dipelajarinya dalam kurun waktu yang cukup lama.
b.        Siswa  dapat memberikan contoh dari konsep dan prinsip yang dipelajarinya.
c.         Siswa dapat mengaplikasikan atau menggunakan konsep dan prinsip yang telah dipelajarinya.
d.        Siswa mempunyai dorongan yang kuat untuk mempelajari bahan pelajaran yang lebih lanjut.
e.         Siswa terampil mengadakan hubungan sosial seperti kerja sama dengan siswa lain, berkomunikasi dengan orang lain, dan lain-lain.
f.         Murid memperoleh kepercayaan diri bahwa ia mempunyai kemampuan dan kesanggupan melakukan tugas belajar.
g.        Siswa menguasai bahan yang telah dipelajari minimal 65% dari yang seharusnya dicapai. ( Mufid, 2007: 12).
Dari berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika adalah gambaran kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian  penglaman belajar dalam suatu kompetensi dasar,dengan tiga ranah hasil belajar matematika yaitu kognitif, efektif, dan psikomotorik.

4.        Latihan Bertahap dan Penerapannya dalam Pembelajaran Matematika
Salah satu prinsip belajar adalah pengulngan atau mengerjakan soal-soal latihan yang ada dalam buku paket atau soal buatan guru, dengan harapan apabila latihan tersebut dikerjakan dengan tekun dapat meningkatkan hasil belajar itu sendiri.
Menurut Slameto  (2003: 28) salah satu syarat keberhasilan adalah repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkali-kali  agar pengertian/ keterampilan/ sikap itu mendalam pada siswa.
Latihan bertahap merupakan bentuk penglangan yang dilksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai, artinya setiap akhir pembelajaran siswa diberikan soal-soal latihan yang tingkat kesukarannya bertahap dimulai dari soal-soal mudah sampah kepada soal-soal  latihan yang relatif sulit.

B.       Kerangka Berpikir
Berdasarkan kajian pustaka yang telah diuraikan, dapat dilihat bahwa matematika adalah pelajaran yang tersusun secara beruruta, logis dan berjenjang dari yang sederhana ketingkat yang lebih kompleks, dari yang mudah ketingkat yang lebih sulit, sehingga menjadikan belajar matematika memerlukan strategi khusus dalam pelajaran.
Salah satu strategi yang efektif yaitu dapat dilakukan dengan pemberian latihan secara bertahap, yaitu pada setiap akhir pelajaran sisiwa diberi satu atau dua buah soal yang tingkat kesukarannya bertahap dari  soal mudah meningkat kesoal yang relatif sulit.
 Dengan pemberian secara bertahap ini diharapkan dapat memudahkan siswa  mengerjakan prosedur dan operasi dalam metematika secara benar serta mudah dipahami. Persentase atau prekwensi pemahaman belajar siswa dapat meningkat  dari pemahaman maupun pengertiannya akan lebih luas dan mendalam tentang topik dan konsep yang telah diajarkan didalam kelas.
Kerangka berfikir pada pembelajaran ini terlihat pada bagan berikut:

Siswa


Rendahnya hasil belajar matematika

PTK

Latihan Bertahap
 







Meningkatnya hasil Belajar Matematika
 

           

Gambar alur pikir penelitian

C.       Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berfikir diatas  maka hipotesisi dalam penelitian ini adalah “jika diterapkan latihan bertahap  maka hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Parepare dapat ditingkatkan”

BAB III. METODE PENELITIAN
A.      Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas  dengan tahap-tahap pelaksanaan meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, tindakan, observasi, dan Refleksi.

B.       Subjek Penelitian
Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Parepare tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 murid dengan kategori 21 murid laki-laki  dan 19 murid perempuan.

C.      Faktor yang Diselidiki
Faktor yang duselidiki dalam penelitian ini adalah:
1.        Faktor Murid: Dengan melihat kehadiran dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
2.         Faktor Guru: Dengan melihat kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran dengan teknik pemberian tugas rumah kepada murid.
3.         Faktor Hasil: dengan melihat sejauh mana peningkatan Hasil belajar murid setelah dilakukan teknik pemberian tugas rumah.

D.      Definisi operasional Variabel
Definisi operasonal dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:
1.        Latihan bertahap yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah suati bentuk pengulangan yang dilakukan setelah kegiatan pembelajaran selesai, artinya disetiap akhir pembelajaran siswa diberikan soal-soal latihan yang tingkat kesukarannya bertahap dari soal-soal mudah kemudian soal-soal sedang dan dilanjutkan ke soal-soal yang relatif sulit.
2.        Hasil belajar matematika yang dimaksud adalah kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran matematika setelah mengikuti tes setiap akhir siklus.
E.       Prosedur Penelitian
Penelitian ini direncanakan menggunakan dua siklus  (siklus I dan Siklus II) masing-masing empat kali pertemuan untuk setiap siklus. Sesuai dengan hakiakat penelitian tindakan kelas, maka prosedur pelaksanaan penelitian untuk masing-masing siklus melalui tahap-tahap  (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan tindakan, (c) Observasi, (d) refleksi.
Prosedur penelitian secara terperinci adalah sebagai berikut:
a.         Siklus I
1)   Perencanaan
a)    Telaah kurikulum untuk pelajaran
b)   Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan.
c)    Merancang dan membuat latihan-latihan yang akan diberikan kepada siswa.
d)   Soal latiham dibagi dalam tiga kategori yaitu:
     Kategori-1 : soal-soal dengan kriteria mudah,
     Kategori-2 : soal-soal dengan kriteria sedang,
     Kategori-3 : soal-soal dengan kriteria sulit.
e)    Membuat lembar observasi untuk mengamati proses pembelajaran selama melakukan latihan bertahap.
f)    Mengembangkan instrumen untuk melihat perkembangan siswa setelah melalui latihan bertahap untuk setiap siklus.

2)   Pelaksanaan tindakan  
Dalam pelaksaan tindakan pada siklus ini, dilakukan kegiatan sebagai berikut:
a)        Menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran.
b)        Setelah siswa dianggap mengerti, selanjutnya diberikan satu atau dua buah contoh soal beserta pemecahannya dipapan tulis, pemecahannya dijelaskan secara terperinci dalam artian tidak akan pindah kelangkah selanjutnya jika langka sebelumnya belum dimengerti siswa.
c)        siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan jika contoh soal yang diberikan belum dimengerti.
d)       setelah siswa dianggap mengerti terhadap terhadap contoh soal yang telah diberikan,selanjutnya mereka diberi satu buah soal latihan yang mirip dengan contoh soal.
e)        sementara siswa mengerjakan soal , guru berkeliling mengawasi siswa.
f)         Apabila pada soal latihan yang diberikan sulit untuk dikuasai siswa, maka guru kembali memberikan contoh soal beserta pemecahannya dipapan tulis.
g)        Setelah siswa mampu mengerjakan soal latihan tersebut, maka diberikan lagi satu buah soal yang relative mirip dengan soal latihan pertama namun kesulitannya sedikit ditingkatkan .
h)        Jika ada diantara siswa yang masih sulit memahami, maka penulis akan memberikan remedial kepada siswa tersebut.
i)          Diakhir pembelajaran, siswadiberikan pekerjaan rumah sebanyak 1-2 nomor dengan catatan soal tersebut merupakan refresentase dari soal latihan yang telah diberikan.
j)          Pada akhir sislus I siswa diberikan tes untuk mengetahui apakah pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan berhasil atau tidak, siswa juga diberikan kesempatan untuk  memberikan masukan berupa kritikan, maupun saran melalui secarik kertas, yang hasilnya nanti akan menjadi acuan pada siklus II.

3)        Observasi
selama kegiatan pembelajaran (tindakan) diadakan pengamatan. Hal-hal yang dicatat meliputi banyaknya siswa aktif,gejala kesulitan siswa yang dihadapi dalam mengkuti pelajaran atau pada saatmengerjakan soal latihan. Selain itu dikumpulkan pula tanggapan siswa, baik yang muncul pada saat proses pembelajaran maupun pada akhir siklus dalam bentuk tertulis.



4)        Refleksi
Hasil yang diperoleh pada saat observasi dikumpulkan dan dianalisis.dan hasil tersebut direfleksi tehadap tindakan yang dilakukan.refleksi yang dimaksud adalah pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan sementara untuk menentukan tindakan pada siklus II dalam rangka pencapaian tujuan akhir.
b.        Siklus II
Kegiatan dalam siklus II berlangsung sebanyak 4 kali pertemuan.kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada siklus II, pada umumnya merupakan pengulangan yang dilakukan pada siklus I, namun demikian sejumlah perubahan pun dilakukan  berupa perbaikan tindakan.hal ini dilakukan berdasarkan hasil observasi dan refleksi terhadap tindakan yang dilakukan pada siklus I.

F.       Instrument Penelitian
Untuk pengambilan data dalam penelitian ini digunakan instrumen berupa lembar observasi dan tes hasil belajar, instrumen tersebut disusun dan dikembangkan oleh p[eneliti dan divalidasi oleh beberapa validator yang dianggap mengetahui hal tersebut.

G.      Teknik Pengumpulan Data
Dapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :
1.        Data tentang hasil belajar matematika siswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar yang diberikan pada setiap akhir siklus.
2.        Data tentang aktivitas siswa diambil pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi.

H.      Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data hasil penelitian digunakan teknik berupa pengambilan hasil belajar yang ditunjukan dengan melihat rata-rata skor yang didapat oleh siswa dengan persentase pencapaian ketuntasan belajar siswa.
Selanjutnya untuk mengukur hasil belajar matematika siswa, digunakan teknik kategorisasi standar yang ditetapkan oleh departemen pendidikan (Rismawati, 2007: 35) yaitu:
Kemampuan   0% - 34%      atau skor 0-34     dikategorikan sangat rendah
Kemampuan   35% - 44%    atau skor  35-54  dikategorikan rendah
Kemampuan   55% - 64%    atau skor 55-64   dikategorikan sedang
Kemampuan   65% - 84%    atau skor  65-84  dikategorikan tinggi
Kemampuan   85% - 100%  atau skor 85-100  dikategorikan sangat tinggi
Ketuntasan belajar dikategorikan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
            Tingkat penguasaan  0%-64%  dikategorikan tidak tuntas.
            Tingkat penguasaan 65%-100% dikategorikan tuntas.
Analisis untuk data hasil observasi  aktivita murid selama pembelajaran  dihitung dengan menggunakan  rumus:   dimana:
            PTa  =   persentase aktifitas murid  untuk melakukan suatu jenis aktivitas
              jumlah jenis aktivitas yang dilakukan siswa  setiap pertemuan.
                        Jumlah seluruh aktivitas  murid setiap pertemuan.
Selanjutnya  nilai rata-rata tersebut dikonversikan  denga kriteria sebagai berikut:

Rata –Rata
Kriteria
1,00 – 1,79
1,80 – 2,79
2,80 – 3,39
3,40 – 4,19
4,20 – 5,00
Sangat Kurang
Kurang
Cukup
Baik
Sangat Baik
( Sumber: Buhaera, 2009 :104 )

I.         Indikator Keberhasilan
Indikator Keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
1.        Meningkatnya skor rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II
2.        Meningkatnya persentase siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II. Siswa dikatakan tuntas secara individual jika mencapai daya serap minimal 65% dengan tuntas secara klasikal jika 85% siswa yang tuntas belajar.